Makna Simbolik Tradisi Turun Mandi dalam Penguatan Atraksi Budaya Masyarakat Minangkabau

Authors

  • Zulia Rahmawati Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Jenji Julian Nainggolan Institut Seni Indonesia Padangpanjang

DOI:

https://doi.org/10.69693/jiis.v1i2.26

Keywords:

Turun Mandi, Symbolic Meaning, Cultural Attraction.

Abstract

Tradisi turun mandi adalah salah satu bentuk upacara masyarakat Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun sebagai  bentuk dari penyambutan dan pemberian doa keselamatan kepada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  makna simbolik yang terkandung dalam setiap rangkaian prosesi turun mandi serta melihat bagaimana tradisi tersebut berperan dalam penguatan atraksi budaya ditengah masyarakat Minangkabau. Metode penelitian yang digunakan adalah melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian tersebut menunjukkan  adanya nilai -nilai dan makna simbolik dalam prosesi turun mandi seperti, penggunaan air, doa, perlengkapan adat. Selai itu, tradisi ini juga memiliki potensi besar sebagai atraksi budaya yang memperkuat identitas local serta menarik minat masyarakat baik dalam dan luar kota dalam konteks pariwisata. Penelitian ini menegaskan bahwa pemaknaan simbolik  tradisi turun mandi sangat berkaitan dengan eksistensi budaya Minangkabau sekaligus juga mempererat karakter budaya masyarakat.

References

Nurkhalida, M.A.R. (2023). Makna yang Terkandung dalam Tradisi “Turun Mandi” di Sumatera Barat. Malay Studies: History, Culture and Religion, UIN Jambi.

Ilhanifah, A. (2025). Tradisi Turun Mandi di Pauh Gadang Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Teknologi Masyarakat.

Saputra, I., & Al-Firdaus, R. (2024). Nilai Pendidikan dalam Tradisi Turun Mandi di Sungai Dareh Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Muaddib.

Fitri, R.A., & Umar, I. (2024). Dinamika Sosial Budaya Tradisi Turun Mandi di Kenagarian Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh. Jurnal Buana, Universitas Negeri Padang.

Gianturi, E., & Silfia, D.D. (2023). Sejarah Tradisi Turun Mandi di Nagari Sungai Nanam Kabupaten Solok. Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban, UIN Imam Bonjol Padang.

Syafwandi, S., & Zubaidah, Z. (2018). Makna Filosofi Ornamen Hias Tradisional Minangkabau: Masihkah Relevan dengan Pola Kehidupan Sekarang. Ranah Seni: Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya.

Lubis, D., Riza, F., & Huda, A. (2020). Unsur Aqidah Islam dalam Adat Turun Mandi Bayi (Studi Kasus: Desa Muara Kiawai, Kabupaten Pasaman Barat). Al-Hikmah: Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam.

Salwa, S., & Halizah, S.N. (2021). Adat dan Tradisi Sumatera Barat.

Multiara, S., & Rahayu, Z.R. (2022). Tradisi Turun Mandi di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok (Tinjauan Semiotika).

Sakinah, N. (2024). Tradisi Turun Mandi Pasca Melahirkan di Nagari Sariak Alahan Tiga Kabupaten Solok.

Downloads

Published

31-12-2025

How to Cite

Rahmawati, Z., & Nainggolan, J. J. (2025). Makna Simbolik Tradisi Turun Mandi dalam Penguatan Atraksi Budaya Masyarakat Minangkabau. Journal of Integrated Innovation Science, 1(2), 61–70. https://doi.org/10.69693/jiis.v1i2.26

Issue

Section

Articles